Sejumlah Korban Lion Air JT 610 Belum Teridentifikasi, Keluarga Resah: Apa Hanya Surat Kematian?
Sejumlah keluarga korban jatuhnya Lion Air JT 610 masih merasa resah.
Seperti disampaikan oleh Okto Manurung (46), salah seorang keluarga korban.
Meski Ditjen Dukcapil Kemendagri akan mempermudah proses penerbitan akta kematian bagi korban pesawat Lion Air JT 610, menurutnya itu belum cukup.
Tribun-Video.com melansir Wartakotalive.com, hingga Jumat (16/11/2018) baru 95 jenazah yang telah teridentifikasi, sedangkan 93 lainnya belum.
Okto pun merasa resah jika anggota keluarganya tidak ditemukan dan teridentifikasi.
Dia pun meminta Lion Air atau pemerintah membuat sebuah prasasti untuk mengenang para korban.
"Jadi yang menjadi keresahan saya itu ketika bagian tubuh tidak ditemukan ataupun jenazah tidak terindentifikasi. Apakah hanya surat kematian saja yang didapat sementara keturunannya yang masih kecil misalnya mempertanyakan korban, apa yang dapat ditunjukkan," terangnya.
Prasasti tersebut, lanjutnya, merupakan pengingat dan tanda untuk keluarga korban yang hingga kini keluarganya belum ditemukan sehingga bukan hanya surat kematian saja.
Sementara itu, melansir Kompas.com, kakak Ipar Okto, Martua Sahaka turut menjadi korban Lion Air JT 610 dan belum teridentifikasi.
Dia pun berharap keinginannya bisa mendapatkan respons dari Lion Air dan Pemerintah.
"Kalau hanya satu pihak saya yakin akan dipandang sebelah mata, tapi kalau semua unsur mau prihatin dan peduli saya yakin akan terjadi," katanya.
Diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Menurut rilis, penumpang pesawat berjumlah 181 penumpang, terdiri dari 124 laki-laki, 54 perempuan, 1anak-anak, dan 2 bayi.
Selain 181 penumpang, pesawat itu juga membawa 7 kru.
Simak videonya di bawah
0 Response to "Sejumlah Korban Lion Air JT 610 Belum Teridentifikasi, Keluarga Resah: Apa Hanya Surat Kematian?"
Post a Comment